Konfigurasi DHCP Server Di Ubuntu Server 20.04

 


Cara Konfigurasi DHCP Server Di Ubuntu Server Di Ubuntu 20.04

Untuk melakukan konfigurasi DHCP Server ada beberapa alat dan bahan yang digunakan yaitu : 
Alat Dan Bahan :

1,VirtualBox → tempat menjalankan instalasi Ubuntu Server secara virtual (mesin virtual).
2.OS Ubuntu Server 20.04 (server image/ISO) → sistem operasi yang akan dipasang di VirtualBox.
3.OS Windows 7 atau seri Windows lainnya → sebagai sistem operasi host (yang dipakai untuk   menjalankan VirtualBox).

Langkah Langkah Konfigurasi DHCP Server Di Ubuntu Server Di Ubuntu 20.04

1. Buka aplikasi virtual box , Lalu klik server ygd sudah dibuat


Pastikan setting network interface di VirtualBox sesuai dengan gambar. Ini tujuannya:

a. Adapter 1 (Bridge) → jadi jalur utama keluar masuk internet. Dengan mode ini, server Ubuntu dan client Windows bisa langsung terhubung ke jaringan asli, jadi keduanya bisa internetan.

b. Adapter 2 (Host-only) → dipakai khusus buat komunikasi antara host dan VM. Mode ini gak ada akses internet, tapi tetap bikin server dan client bisa saling terhubung di jaringan lokal VirtualBox.

2. Ganti Repository

Kita perlu mengganti repository karena pada library Ubuntu versi lama paket isc-dhcp-server sudah tidak ada lagi di repository default. Hal ini disebabkan paket tersebut dianggap usang. Supaya tetap bisa menginstall, repository lama diganti ke repository baru sesuai link yang sudah disediakan. Link Reporitory atau bisa paste repository di bawah ini : 

deb http://kebo.pens.ac.id/ubuntu/ focal main restricted universe multiverse
deb http://kebo.pens.ac.id/ubuntu/ focal-updates main restricted universe multiverse
deb http://kebo.pens.ac.id/ubuntu/ focal-security main restricted universe multiverse
deb http://kebo.pens.ac.id/ubuntu/ focal-backports main restricted universe multiverse
deb http://kebo.pens.ac.id/ubuntu/ focal-proposed main restricted universe multiverse

Kalau repository di atas sudah ditempel, sebaiknya lakukan backup file sources.list original terlebih dahulu. Tujuannya supaya kalau nanti ada error atau masalah setelah file sources.list diubah, kita masih bisa balikin lagi ke repository yang lama. Berikut Langkah-langkah nya : 

A. Copy file original

Langkah pertama, masuk ke direktori /etc/apt. Setelah itu lihat isi folder untuk mengecek file dan direktori yang ada. Jika sudah menemukan file sources.list, buat salinannya dengan perintah cp sources.list [nama_file_copy], lalu tekan Enter. Selanjutnya, cek kembali dengan perintah ls untuk memastikan salinan sudah ada.


B. Ganti Repository Yang Lama Dengan Yang Baru 

Untuk mengganti repository lama dengan repository baru, buka dulu file sources.list menggunakan perintah sudo nano sources.list, lalu tekan Enter. Setelah file terbuka, hapus isi repository lama dengan cepat menggunakan kombinasi tombol CTRL + K. Ulangi sampai baris yang lama terhapus semua. Setelah itu, paste repository yang baru ke dalam file. Jika sudah selesai, simpan perubahan dengan CTRL + O lalu keluar dari editor dengan CTRL + X.

C. Update Ubuntu Server

Setelah itu, lanjutkan prosesnya dengan melakukan update repository. Caranya jalankan perintah: apt update pada terminal, lalu tekan Enter.


Melakukan update bertujuan supaya server bisa mengambil informasi daftar paket terbaru dari semua repository yang sudah terdaftar, termasuk repository baru yang baru saja ditambahkan. Selain itu, update juga berfungsi untuk mencegah terjadinya konflik ketika melakukan instalasi ataupun upgrade paket yang tersedia.

3. Install DHCP Server Nya

Setelah proses update selesai dilakukan tanpa error, langkah berikutnya adalah melakukan instalasi paket DHCP Server. Instalasi ini bisa dijalankan dengan mengetikkan perintah sudo apt install isc-dhcp-server-ldap di terminal, lalu tekan Enter.


 Dengan perintah tersebut, sistem akan mengambil paket DHCP Server dari repository yang sudah terdaftar dan menginstalnya ke dalam Ubuntu Server.

4. Copy file dhcpd.conf

masuk ke dalam direktori dhcp, lalu lihat daftar file yang ada di dalam direktori dhcp. JIka menemukan file dhcpd.conf maka bisa di copy terlebih dahulu seperti cara sebelumnya yakni "cp dhcpd.conf dhcpd.conf-backup", berikut hasilnya.


5. Konfigurasi File Dhcp.conf

Tujuan dari melakukan konfigurasi pada file dhcp adalah untuk mengatur sekaligus membagikan parameter jaringan secara otomatis ke semua perangkat client, seperti laptop, handphone, maupun printer yang terhubung dalam jaringan. Pada bagian pengaturan domain-name, nilai tersebut bisa disesuaikan sesuai kebutuhan, misalnya menggunakan format www.[nama-domain].com atau bisa juga menggunakan ekstensi lain seperti .net.

Selain itu, ketika menentukan range alamat IP yang akan dibagikan ke client, perlu diperhatikan agar tidak bertabrakan dengan alamat IP yang sudah dialokasikan secara statis, misalnya untuk server atau printer. Dengan cara ini, konflik IP dalam jaringan dapat dihindari.

Untuk mulai mengedit file konfigurasi DHCP, jalankan perintah berikut pada terminal :

sudo nano dhcpd.conf


6. Konfigurasi File Service dhcp

Untuk menentukan interface mana yang akan dilayani oleh DHCP, langkah ini sangat penting supaya tidak terjadi bentrokan atau konflik antar jaringan. Kalau tidak diatur, DHCP bisa saja bekerja pada interface yang salah dan menimbulkan masalah. Caranya, buka file pengaturan dengan perintah: sudo nano /etc/default/isc-dhcp-server.

setelah itu, cari baris INTERFACESv4= dan isi dengan INTERFACESv4="enp0s8" Jika sudah, simpan konfigurasi dengan menekan CTRL + O trus enter , lalu keluar dari editor dengan CTRL + X.


Setelah keluar dari mode nano, service DHCP bisa langsung direstart agar perubahan yang telah dibuat dapat diterapkan, dengan menggunakan perintah  "sudo /etc/init.d/isc-dhcp-server restart.”


7. Buka Virtual Machine Client ( Yang Dipakai Windows 7)

Untuk memastikan konfigurasi sebelumnya berhasil atau tidak, lakukan pengujian dengan menjalankan virtual machine sebagai client, dan pastikan network interface yang digunakan adalah Host-only adapter, sehingga hanya host dan VM yang dapat berkomunikasi tanpa akses ke internet.


Setelah perangkat client menyala, tekan Windows + R untuk membuka program secara cepat, lalu ketik ncpa.cpl untuk masuk ke menu network interfaces di Control Panel. Pilih network interface yang terhubung ke server.


klik Details, dan akan muncul IP address client beserta domain server yang sebelumnya telah dibuat. 


Pada konfigurasi DHCP server, terlihat bahwa client berhasil mendapatkan IP 13.13.13.20 dengan netmask 255.255.255.0 dan terkoneksi ke domain alipptekajee.com.


Untuk melihat perangkat client yang sedang terhubung ke server, bisa menggunakan perintah  dhcp-lease-list, dan hasilnya akan ditampilkan seperti pada gambar berikut.


Di situ terlihat IP yang sedang dipakai oleh client beserta nama perangkatnya, yaitu Win7.

     Setelah melakukan semua konfigurasi DHCP server agar IP dibagikan secara otomatis, bagaimana jika kita ingin memberikan IP secara static dengan mendaftarkan MAC address perangkat yang akan diberi IP tetap? Tentu saja bisa. Berikut adalah langkah-langkahnya.

1. Konfigurasi file dhcpd.conf

Untuk mengatur konfigurasi secara static, buka kembali file dhcpd.conf dengan perintah sudo nano /etc/dhcp/dhcpd.conf, lalu tambahkan konfigurasi seperti yang ditunjukkan pada gambar berikut dengan ketikkan secara manual hardware ethernet diisi dengan ( macc Adress ) , fixed address ( ip yang ingin diberikan ke client ) .


2. Restart Dan Cek Status Dhcp

Fungsi pengecekan status DHCP ini adalah untuk mengetahui jika terjadi error saat konfigurasi sebelumnya, seperti terlihat pada gambar berikut.


3. Cek IP Si Client

Jangan lupa lakukan pengecekan apakah perangkat sudah berhasil mendapatkan IP yang diberikan, baik secara DHCP otomatis maupun static melalui MAC address.


 bisa dilihat ip nya sama dengan yang sudah diberikan secara static melalui macc address perangkat.Jika sudah sesuai, berarti konfigurasi yang dilakukan telah berhasil. 

Kesimpulan:
Konfigurasi DHCP server dapat dilakukan secara otomatis maupun static. Pada konfigurasi otomatis, server membagikan IP secara dinamis ke perangkat yang terhubung. Sedangkan pada konfigurasi static, IP diberikan secara tetap dengan mendaftarkan MAC address perangkat. Kedua metode ini memastikan perangkat




























Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara konfigurasi Web Server Apache,Nginx,Wordpress Di Ubuntu 20.04 VirtualBox

Konfigurasi DNS Server di Ubuntu Server v20.04

Cara Konfigurasi Mail Server & WebMail Roundcube Di Ubuntu Server 20.04